Tips Membuat dan Menempatkan Septic Tank di Dalam Rumah

Membuat septic tank di dalam rumah menjadi pilihan bagi beberapa masyarakat. Apalagi ketika lahan yang dimiliki kurang mumpuni untuk membuat septic tank terpisah dari rumah. Pada dasarnya, membuat septic tank di mana saja pun sah-sah saja. Namun jika Anda memutuskan untuk menempatkannya di dalam rumah, beberapa hal ini sebaiknya mesti diperhatikan.

Perhatikan Jarak Septic Tank

Dalam membuat septic tank atau tempat pembuangan kotoran, sebaiknya buatlah pada posisi yang jaraknya tidak berdekatan dengan sumber air bersih. Misalnya saja Anda memiliki sumur air bersih, maka sebaiknya tempat pembuangan tersebut dibuat dalam jarak minimal 10 meter. Hal ini agar tidak mengganggu kebersihan air bersih Anda. ketika septic tank berdekatan dengan sumber air bersih, maka dikhawatirkan akan adanya perembesan dari kotoran yang akan mengontaminasi atau mencemari air bersih.

Pilih Lahan yang Tepat

Memang, tidak ada aturan khusus yang diharuskan dalam membuat tempat pembuangan kotoran ini. Untuk masalah ukuran, misalnya, Anda bisa membuat ukuran sesuai keinginan atau kebutuhan Anda. Namun menurut standar nasional, sebaiknya minimal ukuran septic tank ini adalah dalam kedalaman 1,5 meter dengan masing-masing panjang dan lebar yaitu 1 meter.

Selain itu, yang paling penting pun adalah pilihlah lahan yang tepat. Sebaiknya, pilih lahan yang tidak berbatu untuk memudahkan penyerapan dan juga tidak mempersulit Anda dalam melakukan penggalian atau pembuatan lubang. Jika Anda akan menggunakan tangki bioteknologi, maka lubang yang dibuat sesuaikanlah dengan ukuran tangki tersebut. Jangan lupa juga untuk memberikan ruang sebagai tempat pemasangan pipa. Sebaiknya juga Anda berikan pasir setinggi 10 cm di bawah tempat penyimpanan tangk. Bagian kamar tangki pun tidak luput dari pengisian air terlebih dahulu. Barulah setelahnya Anda tutupi dengan tanah.

Berikan Beton

Ketika Anda membuat septic tank di dalam rumah, maka Anda pun harus memerhatikan bagaimana pembuatannya. Pastikan bahwa septic tank yang dibuat di bawah lahan yang Anda pijaki untuk rumah tersebut sudah dicor beton bertulang dengan kuat. Pasalnya, jika hasil galian untuk tempat pembuangan septic tank atau galian tempat penyimpanan tangki bioteknologi tidak dibeton, tentu itu bisa menimbulkan risiko robohnya karena tidak kuat menahan beban lantai rumah.

Sebelum Anda memberikan coran beton pun, buatlah dulu alas coran tersebut. Pada umumnya adalah dengan menggunakan pondasi kayu-kayu untuk memudahkan. Beberapa tukang ada yang menembok bagian alasnya, namun ada juga yang membiarkannya tanpa ditembok. Sedangkan untuk bagian pinggir, Anda bisa tambah bata merah.

Tambahkan Ventilasi atau Saluran Udara

Meskipun septic tank Anda dicor atau dibeton agar lebih kuat dalam menahan beban, namun tetap saja harus disematkan bagian sebagai ventilasi udara. Ventilasi ini untuk mengeluarkan gas-gas yang nantinya muncul dari kotoran. Jika tidak ada saluran udara untuk mengeluarkan gas-gas tersebut, maka bisa saja septic tank Anda meledak karena tidak ada saluran udara untuk mengeluarkannya. Untuk itu, berilah saluran udara dengan menggunakan pipa kecil.

Lakukan Pengurasan Secara Rutin

Septic tank dibuat sebagai tempat pembuangan, namun bukan berarti isi dari septic tank tersebut harus dibiarkan begitu saja. Dalam beberapa jangka waktu, isi septic tank pun harus dikuras secara berkala. Apalagi jika septic tank yang terlalu penuh, bisa saja menimbulkan risiko kloset yang mampet bahkan hingga kasus meledaknya septic tank. Setidaknya, jika penggunaan septic tank cukup rutin, apalagi digunakan untuk bersama, rajinlah untuk melakukan pengurasan minimal 3 tahun sekali. Jika tidak melakukannya sendiri, Anda bisa menyewa jasa sedot wc.

Nah itulah beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam membuat dan mengelola septic tank di dalam rumah.

Artikel Terkait :

Jasa Sedot WC Surabaya

Penyebab Septic Tank Meledak

Penyebab Septic Tank Penuh Air

Leave a Reply